Jumat, 23 Februari 2018

6 Keuntungan saat Ada yang Jual Rumah di Medan dengan KPR Subsidi


foto hanya ilustrasi



Pihak yang jual rumah di Medan dengan KPR subsidi memang tidak banyak. Selagi ada kesempatan, maka langsung ambil, sebelum keduluan orang lain. Sejak awal, KPR subsidi memang dikhususkan untuk kalangan menengah ke bawah. Tujuannya agar setiap warga Indonesia tidak ada lagi yang beratapkan langit dunia. Memang apa saja keuntungannya?

1. Harganya yang Lebih Murah
Tentu saja soal harga ini selalu menjadi perhatian pertama untuk para pembelinya. Dengan harga yang murah, meskipun penghasilan minim, tetap masih bisa mengangsur dengan rutin. Tapi harap tidak boleh terlambat mengangsur ketika sudah menandatangani perjanjian. Apalagi kalau Anda membeli rumah lewat tangan bank. Bisa-bisa nanti dicabut.

Untuk menepis kekhawatiran itu, maka subsidi yang ada bukan dalam bentuk tunai, melainkan pada besaran suku bunga. Dengan suku bunga yang kecil, maka cicilan tentu jauh terasa lebih ringan daripada.yang tidak memiliki sistem KPR. Lebih-lebih suku bunganya bertipe flat alias tidak akan berubah, meskipun suku bunga di BI naik ataupun turun.

2. Mendapatkan Rumah yang Serba Minimalis
Kota Medan saat ini menjadi kota yang begitu ramai. Bahkan tingkat kepadatan penduduknya setara dengan Surabaya ataupun Bandung. Inilah yang membuat lahan di Medan kian sempit. Soalnya banyak yang sudah digunakan. Dengan adanya rumah minimalis, maka kesan sempit itu akan sirna. Untuk rumah subsidi, tentu saja tidak begitu luas.

Tipe tertinggi untuk rumah subsidi adalah 36. Berbeda dengan tipe rumah non-subsidi yang tipe minimalnya justru 36. Apa maksud dengan tipe rumah 36? Secara umum, tipe ini berkaitan dengan luas tanahnya. Kalau tipe 36, maka luasnya sekitar 36 meter persegi. Kalau tipe 45, maka luasnya 45 meter persegi. Begitu. Bukankah lebih sederhana?

3. Lokasinya sangat Tenang
Lokasi menjadi hal yang selalu menjadi pertimbangan orang dalam memutuskan membeli atau menjual properti. Ketenangan ini disebabkan oleh lokasinya yang berada di pinggiran kota ataupun daerah yang masih berkembang. Tidak masalah, bukan? Justru dengan menempati daerah tersebut, ada potensi yang bagus untuk meningkatkan bisnis. Soalnya daerah berkembang bukan berarti tidak bisa berkembang, justru tengah mengalami perkembangan.

Oleh karena itu, pihak yang jual rumah di Medan dengan KPR Subsidi ini memberi harga khusus di bawah standar. Rata-rata, daerah di pinggiran kota itu jauh dari potensi terkena banjir dan semacamnya. Suasananya juga tidak terlalu lengang. Soalnya di kemudian hari pasti berdatangan pula penghuni baru atau tetangga baru untuk Anda.

4. Spesifikasi Rumah Mengikuti Kehendak Pemerintah
Untungnya, pemerintah saat ini memiliki background sebagai penata lingkungan yang bagus. Jadi, rata-rata spesifikasi rumah bersubsidi tidak kalah dengan rumah non-subsidi. Hanya saja, dari segi kemewahan, jelas rumah bersubsidi kalah mentereng. Asalkan layak huni dan dalam kondisi bagus, tentu tidak akan pernah jadi masalah.

Perbedaannya mungkin hanya pada sisi estetika saja. Sedangkan untuk sisi kukuhnya bangunan tetap setara. Setiap era pemerintahan memang memiliki kebijakan yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan visi dan misi masing-masing. Bahkan bisa jadi keberadaan rumah subsidi itu bisa ditiadakan. Tergantung situasi dan kondisi yang menyelimuti Tanah Air.

5. Pengembang Memiliki Kredibilitas yang Tinggi
Amat tidak mungkin kalau pemerintah sampai menggandeng pengembang yang belum jelas sepak-terjangnya. Semuanya pasti sudah berstatus resmi dan punya izin yang baik. Rata-rata developer atau pengembang yang bekerja sama dengan pemerintah itu sudah menyelesaikan banyak proyek, meski tergolong proyek yang masih kecil sekalipun.

Pengembang tersebut juga sudah memiliki nama resmi yang mudah dikenali. Kronologinya, developer yang jual rumah di Medan itu lebih dulu bikin dalam jumlah tertentu. Kemudian bank mengambil alih dengan membayar cash. Baru diberikan kepada masyarakat yang mau beli dengan sistem cicilan yang bunganya diberi subsidi dari pemerintah.

6. Rumah Pasti Sudah Siap Huni
Tujuan awal pemerintah memberi subsidi itu tentu agar masyarakat Medan bisa langsung menghuni. Jadi Anda tidak perlu takut dengan potensi adanya developer yang tidak bertanggung jawab dan sebagainya. Begitu Anda teken perjanjian, langsung pindahkan barang-barang Anda dan mulai hidup dengan tenang.

Inilah yang membuat rumah subsidi jadi sangat menarik. Rata-rata memang jumlah kamarnya terbatas. Biasanya cuma 1 atau maksimal 2. Tapi Anda bisa merenovasi sendiri ke depannya nanti. Misalnya dengan membuat pembatas baru untuk dijadikan kamar tambahan ketika jumlah anggota dalam keluarga Anda bertambah atau ketika anak Anda sudah tumbuh dewasa.

Rata-rata, rumah yang dijual dengan KPR subsidi itu tidak jauh-jauh dari 100-200 juta Rupiah. Tentu saja cicilan harga jual rumah di Medan ini bervariasi. Tergantung bank atau agen mana yang Anda pilih dan kemudian memiliki kepentingan dengan Anda. Ada yang maksimal 15 tahun, 20 tahun atau bahkan ada yang sampai 30 tahun.